Biru's Notes

Sejumput Permainan Rima dan Diksi

Jika kau ingin menggali
Galilah...

Namun jangan sampai hanya di permukaan atas saja

Tegar dan galilah...
Galilah hingga dalam

Dan jika sudah kau temukan 
Zat hara yang sempurna untukmu

Tancapkanlah akarmu di sana

Akar terkuat
Dan tersempurna

Yang tak pernah ada sebelumnya
Di antara akar-akar terbaik
Yang ada di dunia

Berakarlah
Seolah-olah kau adalah pohon kelapa tertangguh
Yang tak akan rubuh

Oleh tsunami...
Dan bahkan gemuruh

Buatlah akar yang menancap dalam
Sedalam jiwa murni yang meredam
Segala bentuk tindakan kejam
.

Cahaya matamu benderang 

Terangi kata-katamu yang menyerang

Tiadakah sejenak batasan 
Antara massa dan keterkaitan?

Antara aku
Dan juga titik beku

Antara engkau
Dan segelintir sengau

Berlari kesana dan kesini
Berhari merona dan pula berironi

Lengking tangis nuranimu masih terdengar
Walau samar kau coba tuk tetap berpura tegar

Aku tahu apa yang ada dalam sanubarimu
Sesuatu yang benar-benar mengganggumu
Hingga mengaburkan pandanganmu

Kau terjebak

Dalam permainan egomu

Tak kunjung kau temui titik cair beku itu
Oleh sebab perbuatan mesin beku
Yang ditenagai egomu

Berhentilah membeku
Mulailah berjibaku

Mulailah...

Buat pandanganmu bulat seperti bumi
Tempat dimana kau berpijak dan berlari
Dan tempat dimana kau akan diinjak lalu ditinggalkan pergi 

Jangan kau buat sudut palsu itu
Sesuatu yang sebenarnya hanya ada dalam pandang nalarmu
Kekhawatiran yang hanya ada dalam kisah rentet keanti-naluriahanmu

Pahamilah sebulat bumi
Jangan kau potong-pisahkan 
Bagian-bagian yang seharusnya menyatu
Dan memang satu

Kita tak berpijak di atas bumi yang bersudut
Kita berpijak di atas bumi...

Yang memang benar-benar bumi
.


Engkau meredam
Segala bentuk keinginan murnimu
.
Engkau terekam
Dalam diam bersama sifat nalurimu
.
Dan pula kau terpejam
Kala segunung kantuk menghujamimu
.
Teruji apa yang terpendam
Jauh di dalam sanubari hatimu
.
Terkekang hingga dalam
Pun diberangus hawa nafasmu 
.
Yang tak kunjung lurus itu
.
.
Berkelok seperti putaran yang tak sempurna
Tak lurus seperti alunan suci murni jenaka sejatimu
.
.
.
.
Kau dan aku
Apakah tengah bercanda?
.
Kau dan aku
Apakah tengah bersenda?
.
Di dalam jeda.
Dalam beranda.
.
.
.
Di dalam kesungguhan engkau enggani
Di dalam gurauan engkau malah segani
.
.
.
Enggan.
.

Dalam lengkung waktu nan fana
Aku menengadah sambil terpana
Menelaah sebahagian realitas fatamorgana
Menggersang bersama gurun merana

Hidup bagaikan ungkapan pujangga
Dalam nestapa yang tak ku pahami maknanya
Dalam benak yang tersirat bersama makna
Dalam bersit yang terbersit bersama sekelebat nirwana

Sebentuk pemikiran yang tak pernah ada
Seberkas kisah lalu berarak benda
Kuberharap segala bentuk jenuh yang melanda
Dapat segera sirna 
Sebegitu datangnya sang Surya di kala hujan reda

Lengkung mana yang kau cari dalam buih waktu tak merona
Kelabu dalam buai tergerai
Kelakar dalam jiwa mengakar

Sesulit itu kah pengungkapan atas realita yang barangkali sesederhana fatamorgana?

Menerka dalam logika
Berpuisi dalam intuisi
Bermeditasi dalam afeksi 

Beberapa hal mungkin tak dapat kumengerti

Beberapa hal mungkin sebaiknya begitu saja adanya agar tak perlu terpahami

Biarlah beberapa kebodohan tetap menjadi kebodohan

Agar beberapa kepintaran tetap menjadi kepintaran

Tak mengurangi sedikit 

Pun melebihkan apapun di antara keduanya


Segala bentuk kesulitan 

Pun jua kemudahan 

Akan tetap seperti adanya

Akan tetap seperti ketentuannya

Hanya akan ada satu rasa yang tersisa

Seperti sedia kala

Dikala segala kala bermula

Dikala segala makna berandai seksama


Kami sulit memahami dalam memaknai

Dikala kami sendiri

Pun dikala kami berdiri

Dikala kami berlari

Pun dikala kami bersajak dalam hari


Ketentuan dan ketetapan

Akan tetap dan tentu

Akan tentu dan tetap

Sekalipun segerombolan awan Nimbus besar sedang gusar

Mengawasi Cirrus yang panjang terbentang nan kurus


Kuharap kami akan baik-baik saja

Mengambil arti dari segala janji

Yang terbebas dari jeruji

Yang terlepas dari segala uji

Bersama segala sajak

Membuai dan beranjak

Postingan Populer

Total Tayangan Halaman

Mutiara Band's Fan Box

Mutiara Band on Facebook
free counters

About this blog