Biru's Notes

Sejumput Permainan Rima dan Diksi

Tampilkan postingan dengan label Rima-Abu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rima-Abu. Tampilkan semua postingan

Kata adalah senjata

Untuk menerangi dunia

Ataupun membuat gelap segala isinya


Kata adalah senjata

Dapat mencipta luka dan juga derita

Bagi pemegang maupun yang ada di hadapan matanya


Kata adalah senjata

Dapat membuat bahagia

Juga mengindahkan semesta


Dan pula melengkapi cerita yang semula tanpa cita

Walau kadang hanya sekejap mata

Atau barangkali mampu bertahan sampai renta


Kata adalah senjata

Untuk memerangi para dusta

Yang memutarbalikkan fakta

Memporak-porandakan realita

Dan yang akan membuat terhancurkannya semesta


Kata adalah senjata

Dapat mengukir sejarah penuh cinta

Pula merendahkan derita tanpa bekas fatamorgana


Kata adalah senjata

Terukir sebagai barang abstrak tak berguna

Bila tak dapat diterjemahkan 'tuk diambil artinya


Kata adalah senjata

Bukan berarti akan jadi hal yang selamanya sia-sia

Perwujudan "sederhana"-nya adalah "perekatan" dan "pemadatan" dari "semesta tak berujung" 


Yang dapat mengungkapkan pengetahuan-pengetahuan rahasia 

Jauh lampaui berbagai dimensi tak berukur dalam semesta



 Rindu...


Dipuji dalam lirih...

Dijeruji dalam sendu...


Berpacu dalam buih...

Teruji bak serdadu...


Dalam diam terasa pedih

Dalam ramai seperti mengecap mengkudu


Kita menelisik sambil berbisik

Terusik kala terambil asyik


Sudikah kiranya kita bergelombang?

Tenggelamkan ide yang mengambang

Menuju palung asa yang paling cemerlang


Engkau ter-ilham kala ber-faham

Bahwa segala hal yang ber-alam

Akan mengalami masa redam

Akan kembali tunduk terdiam


Sudikah pula kiranya bila kau mengekor?

Kepada hal-hal yang kau anggap kompetitor?

Hingga kau terjerumus bermain kotor?


Engkau berpersepsi bahwa segala hal dapat teratasi

Meski, kadangkala mesti lalui fase frustrasi

Dan kau pun akhirnya beradaptasi

'Tuk dapatkan hasil presisi yang termaksimalisasi


Ada yang menghilang

Di kala rembulan datang berulang

Di kala surya perlahan menghilang


Ada yang hilang

Di kala senja berselang

Lanjutkan mimpi terkekang


Dan adapula yang hilang

Di kala aku meregang

Perih dan lirih terngiang


Dan akupun menghilang

Di tengah gelap bersilang

Di tengah sinar benderang


Dan sungguh pun kami menghilang

Di khayal rembayang

Dikawal rindu berbayang


Aku sedang mencari arti

Sesuatu yang mungkin dapat aku mengerti

Sesuatu yang mungkin dapat ku beri hati

Sesuatu yang mungkin dapat buat berarti


Aku sedang mencari arti

Sesuatu yang hanya akan didapat dengan cara berhati

Sesuatu yang harusnya tak akan dapat dikhianati

Sesuatu yang bilamana tak berarti,

Akan berhenti.


Aku ingin mencari arti

Sesuatu yang terpendam dalam dasar hati

Sesuatu yang membuat jatuh hati

Setelah sebelumnya melambung terbang tinggi


Aku hendak mencari arti

Agar dapat mengerti

Agar dapat pahami

Dengan segala arti

Dan sepenuh hati


Ada kalanya ku bertanya kepada senja

Mengapa ia begitu manja

Mengiringi hidup yang begitu-begitu saja


Ada kalanya pun ku bertanya pada senja

Mengapa ia begitu dicinta

Bagi sebagian yang bermanja

Tanpa berpikir sudah lalui apa saja


Ada kalanya jua ku bertanya 

Namun bukan kepada senja

Kepada diri sendiri saja


Sudah benarkah apa yang telah kulalui 

Hingga terbersit dalam pikirku begini-gini saja


Kurang bersahajakahku dalam lintasi berbagai senja?

Berbagi sahaja dalam hidup yang dianggap begitu-gitu sahaja


Metafora-metafora tanpa arah

Sibakkan arti yang mengarah

Kepada sisi yang lelah

Kepada rasa yang resah


Sebahagian hidup yang gelisah

Kadang menuntun kepada jiwa yang resah

Menemui diri saling mengasah


Agar dapat berjumpa 'tuk singgah

Di sebuah ruang dan waktu


Yang penuh angka satu


Yang saling menggerutu


Walau ber-satu

##


Hidup itu harus merdeka

Terbebas dari duka

Bersuka cita meski dalam derita

Tanpa sedikitpun merasa lara


Hidup itu harus merdeka

Merdeka dari luka

Yang ditimbulkan oleh sebab rasa tak menerima


Hidup itu harus merdeka

Merdeka dari derita

Yang sebenarnya hanya angan tanpa citra

Dalam manifestasi duka-lara


Dan,

Hidup itu harus benar-benar merdeka

Merdeka dari luka

Merdeka dari duka


Yang ada hanya suka

Meski terkadang mata berkaca-kaca


Sekali lagi,

Hidup itu harus merdeka

Merdeka dari mereka

Yang beranggap kejujuran bukan hal paling nyata dalam fakta

Yang beranggap bahwa dusta akan merealisasikan cita


Ya, hidup itu harus merdeka.



Tentang kehidupan


Berawal dari sebuah mimpi

Yang bertemu mimpi lainnya

Bersatu dalam buai realita fana

Kemudian terpisah kembali dalam kefanaan juga


Tak jua mereguk nikmat keabadian sejati

Mencari jatidiri terlampau sunyi

Mengiba pada garis takdir fana

Beranggapan dengan naas semua asumsi adalah telah benar


Namun,

Yang patut disayangkan adalah

Ketika kau berasumsi semua telah benar

Ada satu titik kesalahan fatal

Begitu kecil tak terlihat

Tetapi justru adalah penentu

Kemana kau akan pergi selanjutnya


Beberapa perjalanan tak terencana

Beberapa bahkan tak bertujuan akhir

Yang ada hanyalah perjalanan itu sendiri

Tujuan sejatinya hanya menjalani 

Tanpa kompromi dan peduli kondisi


Yang mana yang akan jadi akhirmu

Bukan penentuanmu sendiri

Seperti yang mana awalmu


Begitu sunyi

Begitu sepi


Dan tanpa bunyi


Selamat datang di kehidupan

Dimana kau merasa hidup

Ketika kau berpura-pura hidup

Ketika kau berpura-pura untuk ikut serta

Agar tak tertinggal berita


Jangan hidup

Jika tak berakar

Jangan hidup

Jika tak berkelakar


Ini hidup

Bukan redup


 


Tunggu aku

Jika kau mendengar desis resonansi semestaku

Tunggu aku

Jika kau mendengar jerebu di dadaku menggebu


Dan tunggulah aku

Hingga ku dapat apa yang seharusnya ada padaku


Sertakan pula doa itu padaku

Agar diperkilat dan segera sudah

Sebab bukan hal mudah bergulat bersama waktu

Buatku lelah dan lekas gundah


Hanya rindu

Satu harapanku yang sendu

Hanya pilu

Satu rasa coba kualihkan jadi serdadu

Hanya jiwamu

Yang entah sedari kapan sudah tandang ke jiwaku bertamu




Itu bagus

Ketika kau mencoba temukan arti hidup di suatu jalan yang baru

Ketika kau mencoba terangkan arti hadirmu di suatu pergumulan hati yang rumit

Dan ketika kau terus mencoba untuk pahami bahwa hidup dan segala hal yang ada di depanmu adalah misteri


Dan,

Itu pun juga bagus

Ketika kau menemukan dirimu bukanlah sosok sempurna

Ketika kau menemukan bahwa dirimu bukanlah serba bagus

Ketika kau menemukan dirimu bukan pula sosok serba tidak kurang 

Dan bahwa dirimu, juga diriku, adalah fana


Dan kita semua juga pahami bahwa adalah itu bagus

Jikalau kita semua sadar berada di satu dunia 

Dimana dengan segala kerumitannya

Mencari kesederhanaan di tengah kelumitan itu

Dan masih juga menjadi sesederhana yang kita mampu tuk hindari kerumitan itu


Dan itu sangatlah bagus, ketika

Kita sadar dimana kita berpijak

Dimana kita menengadah

Dan juga sadar kita hanyalah sosok yang rentan lelah


Walau,

Dalam beberapa hal bagus itu

Ada sisi-sisi yang tidak dapat kita pahami

Bila tak mampu kita penuhi

Bila tak mampu kita genapi


Sebesar apa pun tetap kita masih kembali kepada hal itu

Kembali ke sisi-sisi yang kita harap tinggalkan untuk menjadi bagus,

Bagus di Pandangan Sejati

Bukan sekedar pandangan-pandangan yang fana itu 


---



---

--

-


Kadang aku berpikir untuk menjadi matahari

Menerangi hari

Sembunyi di malam hari


Kadang pula ku ingin menari

Dengan irama mengiringi

Perasaan hati terluapi


Aku tak mengerti akan hadirnya mimpi

Yang terkadang menengahi segala persepsi 

Yang bahkan seringkali menguasai sanubari


Angan-angan dan ilusi

Bukanlah sebuah solusi

Ia hanyalah delusi

Interpretasi dari persepsi


Garis tangan tak menentukan jalan hidup kata seorang yang tek percaya takhayul

Begitu pun juga aku

Tak percaya takhayul dapat ditentukan oleh garis tangan


Kefanaan dan kenisbian adalah dua hal

Sedangkan aku, hanyalah satu 

Berada di antara keduanya


Perkataan-perkataan ini bukanlah main-main

Bukan sekedar permainan rima dan diksi

Walau dibuat di dalam dunia yang fiksi


Ini adalah pertanggungjawaban

Pertanggungjawaban dari hati seorang pemimpi

Yang sedang coba mengkonversi mimpi sejati


---

--

-

 -

Perantara sunyi terdiam menepi

Ia melintasi belantara fakta yang sepi

Tak seramai fiksi dan ilusi

Delusi bagi sebagian besar populasi


Keinginannya hanya ingin membauri mimpi dan diksi

Meski ketajaman dan rentetan nir-ilusi penuh dengan seduksi ketidaksepahaman atas dasar ketimpangan imajinasi

Padahal yang terpenting adalah bukan teori deduksi seperti keyakinan pasti seorang detektif ilusi,

Seperti nian anggapannya.


Ke-fiksi-an yang menepi terlalu tengah menerobos lampau dalam pada kenyataan ini

Menjelma seperti benar-benar ada dan mengisi eksistensi

Padahal ia hanyalah sekumpulan duga berasaskan ilusi


Jika kau adalah sebuah buku fiksi 

Kau mungkin akan berteriak hingga serak

Menjerit hingga tercekit

Berharapkan para penjumpa isimu bangkit dari afeksi berlebih terhadap ilusi

Dan bahwa kau hanyalah sang penghibur di tengah-tengah kesadaran dalam eksistensi

Bahwa kau adalah sekelumit buah pikir yang entah ranum atau masih bergetah pahit sudah dipetik oleh seseorang

Tetiba sudah dihidang begitu saja

Tetiba tanpa persetujuanmu tuk dihidang

Sebagaimana sisi subjektifmu beranggapan.

-

Postingan Populer

Total Tayangan Halaman

Mutiara Band's Fan Box

Mutiara Band on Facebook
free counters

About this blog