Tersusun rapih di antara serpihan-serpihan kerinduan yang semakin hari semakin menyayat. Tersayat rapih di dalam hati setiap orang yang memiliki penghargaan terhadap keberadaan emosi.
Suka menggebu-gebu. Begitu membara. Terkadang ia juga redup, mati menghitam dan seperti takkan ada lagi kehidupan yang lain.
Melukiskan mimpi-mimpi yang mustahil terwujud bila dihitung menggunakan kalkulasi matematika teori standar.
Mengalir bersama sang waktu yang misterius.
Besar!
Mengancam seluruh kebencian untuk segera punah dari muka kehidupan.
Selalu merasa kehilangan dan begitu merindukan waktu yang berharga.
Penuh dengan penghargaan-penghargaan tentang kesucian hati.
Ia mengikuti jalan yang ditentukan oleh takdir Tuhan. Serba misterius.
Hingga akhirnya ternyata aku tak sanggup lagi menggambarkan keabstrakannya. Sekian. Hahaha.
XDD
Dia termenung di atas sana. Cuma bisa melihat ke bawah. Ke arah buminya para manusia.
Dia diam saja ketika awan-awan hitam menutupi cerah di wajahnya. Ya meskipun wajahnya t'lah dipenuhi oleh kawah-kawah besar buatan bangsa asteroid.
Bersama para bintang, ia terus menerangi malam. Hingga waktu akhir tugasnya tiba.
Gerombolan awan hitam memadati langit. Hendak menutupi cerah wajahnya. Tapi, ia tetap tenang. Tetap bersikap dingin. Seperti tak ada yang terjadi.
To be continued . . .
Waktu selalu berganti, tak pernah mau berhenti sejenak pun
Dan ia seakan memaksaku mengikutinya. Dan aku pun tertatih lemah untuk memahaminya
Sungguh menakjubkan "hidup" ini. Terdapat "Pemikiran-Pemikiran yang Indah" . . .
"Keputusan-Keputusan yang Indah", "Pemahaman-Pemahaman yang indah", dan masih banyak lagi hal yang indah
Dan kudapati satu tanaman indah yang menghiasi hati para manusia
Ia hanyalah satu dari sekian banyak "jiwa hidup" yang mendapati kasta khusus.
Yang memiliki garis khusus untuk hidup
Dan kusimpan segala hal tentang keindahan di benakku
Kusimpan semuanya. Kar'na ku mencintai keindahan
Tapi, apakah aku diperbudak olehnya ?
Manusia seharusnya memiliki kasta yang sama
Tapi, paham tentang "Raga yang Indah" lebih mendominasi
Paham tentang "Jiwa yang Indah" masih ada. Tapi, sayangnya yang mencintai masih sedikit
"Raga yang Indah" sangat mudah dimengerti, sangat mudah . . .
Tapi, "Jiwa yang Indah" membutuhkan pemahaman yang benar-benar dalam untuk bisa memahaminya . . .
~ * ~
Sejujurnya, aku suka sama yang namanya lukisan. Sayang, harga lukisan itu mahalll. Dan mungkin gajiku sebulan gak sebanding dengan harga sebuah lukisan yang indah. (hehe)
Jelaslah, lukisan itu kan hasil dari "perbuatan-perbuatan seni manusia". Dan terlebih, manusia yang melukiskannya pun mungkin tak sembarang melukis. Ya, perasaannya pun ikut dilibatkan dalam proses "perbuatan seni"nya itu.
Tapi, belakangan ini aku lagi suka sama LUKISAN-LUKISAN LANGIT. Ya, LUKISAN LANGIT adalah lukisan yang biasanya terdiri dari 2 warna saja. Yaitu, biru & putih.
Tapi kadang-kadang pada momen-momen tertentu ada warna-warna pendukung lainnya. Seperti abu-abu, jingga, terkadang ada satu warna yang boleh disebut "merah" (meskipun gak sepenuhnya merah . . . ^_^). Hehe . . .
Dalam "lukisan langit" ada komponen-komponen yang membentuknya. Yang pertama awan, lalu matahari, dan yang terakhir sebagai background-nya adalah "langit" itu sendiri.
Komponen pertama (awan) selalu berwana putih polos bila cuaca cerah. Bentuknya berubah-ubah. Awan mempunyai 4 tipe, yaitu Cirrus, Stratos, Kumulus, dan Nimbus. Ya ya ya, awan-awan itu terkadang suka membentuk dirinya menyerupai sesuatu. Hahaha, ^o^. Sesuai imajinasi kita! Tapi, ada satu awan yang gak bersahabat. Dia itu Nimbur. Ia suka datang bergerombolan. Bentuknya tebal. Seringkali, dia menyanyikan lagu tak bernada (lho, kok?) yang bikin hati deg-degan. Kita biasa menyebut nyanyiannya sebagai "petir". (he he he ^_^ terlalu pleonastik ya bahasanya? Atou jangan-jangan kagak nyambung???)
Yang kedua adalah "matahari". Matahari itu bentuknya bulat (ya iyalah . . . ! ^o^). Dia adalah bola api besar yang tempat tinggalnya jauh banget dari kita. Namun, sinarnya yang kuat dan sangat terang membuat kehidupan tetap berpijar di muka bumi ini. Ha ha ha. Tapi kalo misalnya matahari ketutupan segerombolan awan, sinarnya yang terang masih nerobos nekat nerangin bumi. Well, jadinya timbul efek-efek sinar yang memancar ke segala arah. Menakjubkan !
Yang terakhir adalah "langit". Langit s'lalu berwarna biru. Kadang-kadang kalo banyak awan di langit& dia terlihat berwarna abu-abu. Padahal yang abu-abu itu awannya. Bukan langitnya. Kalo malam warna langit jadi terlihat hitam. Kalo cerah di malam hari, miliaran bintang s'lalu menghiasinya ! Jadi rame !
Udah ah . . . Ha ha ha . . . See you . . . ! ! !