Menjadi satu candu yang men-doping semua jiwa untuk tetap mencari jati dirinya. Dan untuk mengambil setetes saja sifat yang ia miliki.
Merampas logika para manusia untuk menjadi dirinya. Untuk menganggapnya sebagai satu hal yang harus dimiliki.
Setiap jiwa, langsung atau tak langsung mengacu untuk meraihnya.
S'lalu mengejarnya.
Segala usaha dilakukan.
Bagi "yang baik", mereka hanya memikirkan bagaimana cara mengakhiri yang semu dengan baik dan sambil mempersiapkan yang terbaik untuk yang sejati.
Namun, bagi "yang buruk" mereka hanya terpaku pada perjalanan di dalam yang semu
Entahlah, kemana dan akan berada dimana kita di akhir nanti tak akan pernah tahu
Semua adalah misteri yang akan bertambah semakin menarik jika kita tidak mengetahuinya.
Tersusun rapih di antara serpihan-serpihan kerinduan yang semakin hari semakin menyayat. Tersayat rapih di dalam hati setiap orang yang memiliki penghargaan terhadap keberadaan emosi.
Suka menggebu-gebu. Begitu membara. Terkadang ia juga redup, mati menghitam dan seperti takkan ada lagi kehidupan yang lain.
Melukiskan mimpi-mimpi yang mustahil terwujud bila dihitung menggunakan kalkulasi matematika teori standar.
Mengalir bersama sang waktu yang misterius.
Besar!
Mengancam seluruh kebencian untuk segera punah dari muka kehidupan.
Selalu merasa kehilangan dan begitu merindukan waktu yang berharga.
Penuh dengan penghargaan-penghargaan tentang kesucian hati.
Ia mengikuti jalan yang ditentukan oleh takdir Tuhan. Serba misterius.
Hingga akhirnya ternyata aku tak sanggup lagi menggambarkan keabstrakannya. Sekian. Hahaha.
XDD
- WE ARE ALL ROWING THE BOAT OF FATE, THE WAVES KEEP ON COMING AND WE CAN’T ESCAPE, BUT IF I EVER NEED SOMEONE TO COME ALONG, I KNOW YOU WOULD FOLLOW ME AND KEEP ME STRONG, …
“KITA SEMUA TENGAH MENDAYUNGI PERAHU TAKDIR, OMBAK-OMBAK TERUS BERDATANGAN DAN KITA TAK BISA MELARIKAN DIRI, NAMUN BILA AKU MEMBUTUHKAN SESEORANG ‘TUK MENYERTAIKU, AKU TAHU KAU AKAN MENYERTAIKU DAN MENGUATKAN AKU, ..”
- ALL THE THINGS IN THE WORLD HAVE THEIR OWN COLORS, THAT’S WHY OUR EARTH IS SO COLORFUL, …
SEMUA HAL DI DUNIA MEMILIKI WARNANYA MASING-MASING, ITULAH KENAPA BUMI KITA PENUH WARNA, …
- FOR THE HANGOVERED PEOPLE, ALL THE FACTS ARE THE OPPOSITES OF THE USUAL FACTS. THEY SUCH SAID, “TRUE IS FALSE, FALSE IS TRUE, …” HAHAHAHA
BAGI ORANG-ORANG YANG SEDANG MABUK, SEMUA FAKTA ADALAH KEBALIKAN DARI FAKTA YANG SEBENARNYA, MEREKA SEPERTI BERKATA, “BENAR ADALAH SALAH, SALAH ADALAH BENAR, …” HAHAHAHA
- EXISTENT STARTS FROM EMPTINESS, EMPTINESS STARTS FROM EXISTENT. AND EXISTENT ENDS WITH EMPTINESS, AND ALSO EMPTINESS ENDS WITH EXISTENT.
KEADAAN BERAWAL DARI KETIADAAN, KETIADAAN BERAWAL DARI KEADAAN. DAN KEADAAN BERAKHIR PADA KETIADAAN, DAN JUGA KETIADAAN BERAKHIR PADA KEADAAN.
- LIKE OR DISLIKE, FAMILY ENVIRONMENT GIVES QUITE MUCH EFFECT FOR ALL OUR ACTIONS OUT OF THE FAMILY ENVIONMENT. ‘CAUSE FROM HOUSE FIRSTLY WE LEARN THE ETIQUETTE TO SOCIALIZE WITH ENVIRONMENT OUT OF THE HOME THAT FULL OF DIFFERENCE AND IT ALL CANNOT BE FOUND IN HOME.
SUKA ATAU TIDAK SUKA, KELUARGA MEMBERI PENGARUH YANG CUKUP BESAR PADA SEMUA TINDAKAN KITA DI LUAR LINGKUNGAN RUMAH. KAR’NA DARI RUMAHLAH KITA PERTAMA KALI BELAJAR ETIKA UNTUK BERSOSIALISASI DENGAN LINGKUNGAN LUAR RUMAH YANG PENUH PERBEDAAN YANG TIDAK DAPAT DITEMUKAN DI RUMAH SEMUANYA.
Aku tak terbiasa berselimut debu di kota ini
Aku tak bisa tertawa dengan cara yang sama
Aku berjalan menatap ke bawah
Orang-orang yang saling mencintai berjalan di satu langkah terakhir
Apakah mimpi kalian t’lah menjadi nyata?
Aku masih tetap berjuang
Ketimbang kembali lagi ke masa-masa kecilku
Aku ingin hidup lebih baik, sebab
Aku t’lah terlahir dalam ketakutan
Ku ‘kan pergi ke tempat di mana cahaya bersinar
Dan ‘kan kubentangkan kedua tanganku …
Aku harap aku dapat melintasi langit itu, lalu aku terpikir akan
Sayap bagiku untuk terbang, masih belum dapat aku lihat
Hal-hal tak mudahlah yang dapat membuatku tetap bertahan hidup
Ku hanya dapat memeluk sedikit kehangatan yang masih terasa lembab
Aku masih dapat sedikit tersenyum,
Air mataku mulai berjatuhan
Aku ingin dicintai, aku ingin dicintai, sebab itu aku terus berkata
Kau tak bisa terus menuntut saja
Ketika aku kecil, ada satu waktu
Dimana aku menyakiti ibuku, parah
Tapi kini, aku ingin merubah semuanya
Ku pergi ke tempat di mana cahaya bersinar terang
Ku memegang erat tanganku
Tempat itu, masa itu, seperti ini
Aku dapat merubah hidupku
Namun aku tak dapat mengatakan segalanya yang ada di dalam hatiku padamu
Hal-hal tak mudahlah yang dapat membuatku tetap bertahan hidup
Ku pergi ke suatu tempat di mana cahaya bersinar terang
Ku buka mata untuk mencari sebuah petunjuk, tapi
Ku tahu, kau tahu, tersesat itu tidaklah buruk
Aku dapat merubah hidupku
Mengisi hari-hari yang berlalu
Itulah aku yang sekarang
Hal-hal tak mudahlah yang dapat membuatku tetap bertahan hidup
Waktu berlalu, tak mau berhenti. Cobalah sekali-kali berhenti!
Seperti keadaan pada umumnya, kita terbang dan terjatuh di kehidupan ini. Merasakan indahnya kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan yang beragam.
Kita terlahir untuk mencintai keadaan dan segalanya. Bukan berarti menyembahnya.
A thing that i dont understand. Right-side considered as Wrong-side. This life's so confusing ! ! ! I'm searching for a thing that was died. I've been searching for that thing, but i still cant find it out !!!
I really dont understand about all these. I dont know wat should I do for finding that ! ! !
This post is . . . . . . . . . . . . . so confusing to be understood !
Aku berjalan di atas jalan hidup sulit yang kumengerti
Aku mencoba mengerti sedikit saja tentang hal yang masih menjadi misteri bagiku
Aku mencoba . . . dan terus mencoba untuk itu . . .
Tapi sayang, satu hal yang ingin kupahami itu ternyata hanya hal yang tak bisa ku raih
Aku mencoba menjalaninya . . .
Tapi jalan hidup ini membuat hati kecilku sakit
Hingga akhirnya, kuputuskan untuk menyerah dalam pencarianku menggapai pemahaman mereka . . .
Aku lepaskan diriku dari ikatan-ikatan hukum yang ada
tak peduli apapun itu !
Lalu ku membuka jalan yang baru. Jalan terlarang yang menjadi "ketakutan" bagi setiap orang mematuhi hukum-hukum itu . . .
Aku dituntun oleh egoku, oleh nafsu dengki dan benciku . . .
Aku sekarang hanya ingin bebas setelah sebelumnya hatiku hancur karena satu hal yang kucoba tuk kutemukan tapi tak pernah bisa kutemukan. Ya, aku memang pecundang di dalam hidup ini
Kini aku bergabung ke dalam dunia yang kelam
Yang dipenuhi kekejaman, keterburu-buruan, kehausan "kasih abadi",
dan dipenuhi oleh jiwa-jiwa yang menginginkan aku untuk melebur bersama mereka
Hati kecilku berkata bahwa aku tak seharusnya begitu
Hati kecilku berkata bahwa aku tengah "menderita"
Tapi aku tak pernah mau mendengar kata-katanya
Bahkan aku hanya berpikir dengan egoku
Ego yang tak pernah bisa padam
Aku tahu bahwa aku salah
Tapi yang kupahami sekarang adalah hanya menikmati semua "kesalahan" ini
Membuatnya seperti hal yang biasa-biasa saja
"Kesalahan yang Indah", yang membuatku melebur bersama mereka
Yang membuatku berjalan tanpa arah
Dan kutahu ku tersesat, tapi ku hanya bisa menikmatinya . . .
Note : Tokoh "aku" di sini bukanlah aku yang sebenarnya. Tapi ini hanya tokoh imajinasiku saja yang tengah mengalami "Kehampaan dan Membutuhkan Sesuatu yang Baru".