Biru's Notes

Sejumput Permainan Rima dan Diksi

Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan

Tersusun rapih di antara serpihan-serpihan kerinduan yang semakin hari semakin menyayat. Tersayat rapih di dalam hati setiap orang yang memiliki penghargaan terhadap keberadaan emosi.

Suka menggebu-gebu. Begitu membara. Terkadang ia juga redup, mati menghitam dan seperti takkan ada lagi kehidupan yang lain.

Melukiskan mimpi-mimpi yang mustahil terwujud bila dihitung menggunakan kalkulasi matematika teori standar.

Mengalir bersama sang waktu yang misterius.

Besar!

Mengancam seluruh kebencian untuk segera punah dari muka kehidupan.

Selalu merasa kehilangan dan begitu merindukan waktu yang berharga.
Penuh dengan penghargaan-penghargaan tentang kesucian hati.

Ia mengikuti jalan yang ditentukan oleh takdir Tuhan. Serba misterius.

Hingga akhirnya ternyata aku tak sanggup lagi menggambarkan keabstrakannya. Sekian. Hahaha.



XDD

- WE ARE ALL ROWING THE BOAT OF FATE, THE WAVES KEEP ON COMING AND WE CAN’T ESCAPE, BUT IF I EVER NEED SOMEONE TO COME ALONG, I KNOW YOU WOULD FOLLOW ME AND KEEP ME STRONG, …
“KITA SEMUA TENGAH MENDAYUNGI PERAHU TAKDIR, OMBAK-OMBAK TERUS BERDATANGAN DAN KITA TAK BISA MELARIKAN DIRI, NAMUN BILA AKU MEMBUTUHKAN SESEORANG ‘TUK MENYERTAIKU, AKU TAHU KAU AKAN MENYERTAIKU DAN MENGUATKAN AKU, ..”

- ALL THE THINGS IN THE WORLD HAVE THEIR OWN COLORS, THAT’S WHY OUR EARTH IS SO COLORFUL, …
SEMUA HAL DI DUNIA MEMILIKI WARNANYA MASING-MASING, ITULAH KENAPA BUMI KITA PENUH WARNA, …

- FOR THE HANGOVERED PEOPLE, ALL THE FACTS ARE THE OPPOSITES OF THE USUAL FACTS. THEY SUCH SAID, “TRUE IS FALSE, FALSE IS TRUE, …” HAHAHAHA
BAGI ORANG-ORANG YANG SEDANG MABUK, SEMUA FAKTA ADALAH KEBALIKAN DARI FAKTA YANG SEBENARNYA, MEREKA SEPERTI BERKATA, “BENAR ADALAH SALAH, SALAH ADALAH BENAR, …” HAHAHAHA

- EXISTENT STARTS FROM EMPTINESS, EMPTINESS STARTS FROM EXISTENT. AND EXISTENT ENDS WITH EMPTINESS, AND ALSO EMPTINESS ENDS WITH EXISTENT.
KEADAAN BERAWAL DARI KETIADAAN, KETIADAAN BERAWAL DARI KEADAAN. DAN KEADAAN BERAKHIR PADA KETIADAAN, DAN JUGA KETIADAAN BERAKHIR PADA KEADAAN.

- LIKE OR DISLIKE, FAMILY ENVIRONMENT GIVES QUITE MUCH EFFECT FOR ALL OUR ACTIONS OUT OF THE FAMILY ENVIONMENT. ‘CAUSE FROM HOUSE FIRSTLY WE LEARN THE ETIQUETTE TO SOCIALIZE WITH ENVIRONMENT OUT OF THE HOME THAT FULL OF DIFFERENCE AND IT ALL CANNOT BE FOUND IN HOME.
SUKA ATAU TIDAK SUKA, KELUARGA MEMBERI PENGARUH YANG CUKUP BESAR PADA SEMUA TINDAKAN KITA DI LUAR LINGKUNGAN RUMAH. KAR’NA DARI RUMAHLAH KITA PERTAMA KALI BELAJAR ETIKA UNTUK BERSOSIALISASI DENGAN LINGKUNGAN LUAR RUMAH YANG PENUH PERBEDAAN YANG TIDAK DAPAT DITEMUKAN DI RUMAH SEMUANYA.

Waktu berlalu, tak mau berhenti. Cobalah sekali-kali berhenti!

Seperti keadaan pada umumnya, kita terbang dan terjatuh di kehidupan ini. Merasakan indahnya kesamaan-kesamaan dan perbedaan-perbedaan yang beragam.

Kita terlahir untuk mencintai keadaan dan segalanya. Bukan berarti menyembahnya.

Dia termenung di atas sana. Cuma bisa melihat ke bawah. Ke arah buminya para manusia.

Dia diam saja ketika awan-awan hitam menutupi cerah di wajahnya. Ya meskipun wajahnya t'lah dipenuhi oleh kawah-kawah besar buatan bangsa asteroid.

Bersama para bintang, ia terus menerangi malam. Hingga waktu akhir tugasnya tiba.

Gerombolan awan hitam memadati langit. Hendak menutupi cerah wajahnya. Tapi, ia tetap tenang. Tetap bersikap dingin. Seperti tak ada yang terjadi.


To be continued . . .

Aku berjalan di atas jalan hidup sulit yang kumengerti
Aku mencoba mengerti sedikit saja tentang hal yang masih menjadi misteri bagiku
Aku mencoba . . . dan terus mencoba untuk itu . . .
Tapi sayang, satu hal yang ingin kupahami itu ternyata hanya hal yang tak bisa ku raih
Aku mencoba menjalaninya . . .
Tapi jalan hidup ini membuat hati kecilku sakit
Hingga akhirnya, kuputuskan untuk menyerah dalam pencarianku menggapai pemahaman mereka . . .
Aku lepaskan diriku dari ikatan-ikatan hukum yang ada
tak peduli apapun itu !
Lalu ku membuka jalan yang baru. Jalan terlarang yang menjadi "ketakutan" bagi setiap orang mematuhi hukum-hukum itu . . .

Aku dituntun oleh egoku, oleh nafsu dengki dan benciku . . .
Aku sekarang hanya ingin bebas setelah sebelumnya hatiku hancur karena satu hal yang kucoba tuk kutemukan tapi tak pernah bisa kutemukan. Ya, aku memang pecundang di dalam hidup ini

Kini aku bergabung ke dalam dunia yang kelam
Yang dipenuhi kekejaman, keterburu-buruan, kehausan "kasih abadi",
dan dipenuhi oleh jiwa-jiwa yang menginginkan aku untuk melebur bersama mereka

Hati kecilku berkata bahwa aku tak seharusnya begitu
Hati kecilku berkata bahwa aku tengah "menderita"

Tapi aku tak pernah mau mendengar kata-katanya
Bahkan aku hanya berpikir dengan egoku
Ego yang tak pernah bisa padam

Aku tahu bahwa aku salah
Tapi yang kupahami sekarang adalah hanya menikmati semua "kesalahan" ini
Membuatnya seperti hal yang biasa-biasa saja

"Kesalahan yang Indah", yang membuatku melebur bersama mereka
Yang membuatku berjalan tanpa arah
Dan kutahu ku tersesat, tapi ku hanya bisa menikmatinya . . .









Note : Tokoh "aku" di sini bukanlah aku yang sebenarnya. Tapi ini hanya tokoh imajinasiku saja yang tengah mengalami "Kehampaan dan Membutuhkan Sesuatu yang Baru".

Waktu selalu berganti, tak pernah mau berhenti sejenak pun
Dan ia seakan memaksaku mengikutinya. Dan aku pun tertatih lemah untuk memahaminya
Sungguh menakjubkan "hidup" ini. Terdapat "Pemikiran-Pemikiran yang Indah" . . .
"Keputusan-Keputusan yang Indah", "Pemahaman-Pemahaman yang indah", dan masih banyak lagi hal yang indah

Dan kudapati satu tanaman indah yang menghiasi hati para manusia
Ia hanyalah satu dari sekian banyak "jiwa hidup" yang mendapati kasta khusus.
Yang memiliki garis khusus untuk hidup

Dan kusimpan segala hal tentang keindahan di benakku
Kusimpan semuanya. Kar'na ku mencintai keindahan
Tapi, apakah aku diperbudak olehnya ?

Manusia seharusnya memiliki kasta yang sama
Tapi, paham tentang "Raga yang Indah" lebih mendominasi

Paham tentang "Jiwa yang Indah" masih ada. Tapi, sayangnya yang mencintai masih sedikit

"Raga yang Indah" sangat mudah dimengerti, sangat mudah . . .
Tapi, "Jiwa yang Indah" membutuhkan pemahaman yang benar-benar dalam untuk bisa memahaminya . . .


~ * ~

. . . Hmm . . . Baru kali ini aku menulis tentang 'CINTA'. Uh . . . Satu kata yang terlalu manis dan terlalu lembut untukku. Dulu, aku sangat anti-fanatik terhadap kata ini. Entahlah, waktu dulu aku sangat-sangat DIFFEDENT.
. . . Ia adalah keabstrakan yang hanya dapat dirasakan dan tak dapat dilihat secara fisiknya. Dengan dasar 'keCINTAan' yang kuat terhadap sesuatu hal/seseorang. Orang-orang yang berada di bawah pengaruh 'CINTA' rela mengorbankan apa saja yang ia miliki. Bahkan, jiwa dan raganya pun rela ia korbankan hanya demi CINTAnya.
CINTA dapat memberi banyak kebaikan, namun tak jarang 'CINTA' yang memberi ketidakbaikan. CINTA yang tulus bukan dilihat dari sekedar pernyataannya saja. Tapi, CINTA yang tulus memiliki bukti nyata yang dapat dijadikan penguat dari pernyataannya itu.
Ada banyak ragam CINTA di dunia ini. Dimulai dari CINTA TUHAN, CINTA orang tua, CINTA keluarga, CINTA kekasih, hingga CINTA harta/kemewahan.
CINTA memberikan pengaruh besar kepada seseorang/sekelompok orang. CINTA sulit dilenyapkan begitu saja dari hati seseorang yang sedang dilanda CINTA. Sulit dimengerti memang, tapi . . . Begitulah CINTA, tak akan mudah untuk ditebak.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

^_^

Postingan Populer

Total Tayangan Halaman

Mutiara Band's Fan Box

Mutiara Band on Facebook
free counters

About this blog